Pages

Perpustakaan SMK N 2 Sragen

Siswa membaca koran di Perpustakaan SMK N 2 Sragen

Perpustakaan SMK N 2 Sragen

E Library di Perpustakaan SMK N 2 Sragen

Perpustakaan SMK N 2 Sragen

Perpustakaan SMK N 2 Sragen

Perpustakaan SMK N 2 Sragen

Siswa Belajar di Perpustakaan SMK N 2 Sragen

Perpustakaan SMK N 2 Sragen

Perpustakaan SMK N 2 Sragen

Thursday, July 21, 2016

PROGRAM KERJA PERPUSTAKAAN SMK N 2 SRAGEN


Program Jangka Pendek :
  1. Membuat laporan data jumlah dan kekurangan buku.
  2. Langganan terbitan berseri : Republika, Solopos, Bola, Oto Tren, Asri, Rumah, Penyebar Semangat.
  3. Mengadakan perbaikan kerusakan buku teks kelas X, XI, dan XII
  4. Penelusuran kembali buku teks pelajaran dan non teks.
  5. Memberikan laporan kepada kurikulum dan wali kelas, siswa yang belum beres mengembalikan buku.
  6. Mengikuti kegiatan ikatan forum perpustakaan SMA,SMK,SMP Kabupaten Sragen.
  7. Penyelenggaraan perpustakaan sekolah sesuai denga misi sekolah Adiwiyata.
  8. Menyeleksi bahan pustaka sesuai kelayakan dan kebutuhan.
  9. Pengadaan rak majalah panjang
  10. Pengadaan rak sepatu untuk pengunjung.
  11. Memindahkan tablek sebanyak 30 buah dari ruang Kepala Sekolah ke perpustakaan untuk di manfaatkan pengunjung perpustakaan.
  12. Memiliki buku minimal 1000 judul buku non teks
Program Jangka Panjang :

  1. Memiliki ruang perpustakaan minimal standar SNI perpustakaan sekolah 168 m2
  2. Memiliki 1 ruang/gudng penyimpanan buku.
  3. Penambahan 1 rak panjang koleksi.
  4. Penambahan rak panjang penyimpanan buku di gudang

Cerpen : Jeritan Malam



Malam itu sesosok bayangan terlihat melintas di sebuah pekarangan rumah yang megah. Warga desa telah terlena dalam buaian mimpi, melepas segala kepenatan setelah lelah seharian mengais rejeki. Tanpa adanya sinar bulan dan cahaya bintang, menambah suasana mencekam dalam pekatnya malam.

“Tolooonggg…!!!!” Jerit seorang wanita panik.
Secepat kilat sosok yang tak dikenal itu mengayunkan senjatanya.
“Aaakkhhh…!” Terdengar pekikan yang menyayat sebelum akhirnya hening.

Esoknya, rumah itu telah disesaki dengan kerumunan orang. Lihatlah, mayat yang kini terkapar dengan mengenaskan. Mereka tak menyangka di dalam desa ini tersembunyi seorang pembunuh.

Menyeruak di antara kerumunan orang, seorang anak remaja tanggung terkesiap mendapati majikannya telah tewas dengan kondisi memprihatinkan. Dadanya bergemuruh hebat, tidak habis pikir. Ia berbalik dan kemudian berlalu menuju rumahnya.

“Pak.. sudah dengar berita tentang Bu Janet?” Tanya pemuda itu dengan nafas tersengal-sengal.
“Belum. Memangnya kenapa dengan dia?” Si Bapak malah balik bertanya.
“Tadi, waktu aku mau berangkat kerja di rumahnya, kulihat banyak sekali orang yang sedang berkerumun, lengkap dengan petugas kepolisian. Dan kau tahu Pak, Bu Janet ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan! Terutama yang paling mengerikan semua organ tubuhnya hilang! Hii…” Terang Boni, si remaja tanggung yang baru saja kembali dari rumah majikannya. Ia bergidik ngeri membayangkan sang majikan yang merupakan seorang janda kaya raya di desanya harus mati terbunuh dengan tidak wajar.
“Sudahlah, itu bukan urusanmu” Pak Boni menyesap puntung rok*k di tangannya.
“Justru sekarang Boni jadi bingung Pak, kemana harus mencari pekerjaan. Padahal aku sudah menikmati pekerjaanku sebagai supir. Tak disangka semua akan jadi seperti ini” Menghela napas, Boni beringsut dari kursi rotan yang didudukinya.
“Mau kemana kamu?”
“Ke rumahnya si Rolan” Dan Boni telah menghilang di balik pintu.



Suara jangkrik bergema di setiap sudut-sudut hutan itu. Dua orang lelaki paruh baya setengah tergesa menggotong sebuah karung yang nampak berat. Sebentar lagi hari beranjak malam, mereka harus bergegas.
“Huh, berat juga!” Umpat lelaki bertubuh gempal. Napasnya terengah-engah.
“Sudah, tidak usah mengeluh.. hari sudah senja. Sebaiknya kita lekas membawanya kalau kau ingin mendapat uang yang banyak.” Tegur lelaki berkumis lebat.
Bau anyir menusuk indra penciuman mereka. Dari sudut-sudut karung menetes darah hitam pekat.



“Bagaimana, kau setuju?” seorang remaja tanggung bertubuh kerempeng menepuk pelan bahu sepupunya yang sedang melamun.
“Hm.. baiklah aku setuju. Besok kau antarkan aku ke lahan yang dimaksud. Sekarang aku pulang dulu, hari sudah mau malam” Boni tersenyum pada Rolan yang duduk di hadapannya.
“Hati-hati di jalan!” Rolan melambaikan tangan.



Dengan bermandi peluh Pak Seno berjalan kaki melewati jalan setapak di pinggiran hutan. Sesekali ia berpapasan dengan warga yang melintas hendak pulang setelah seharian berkebun.
“Darimana Pak?” Boni bertanya setibanya Pak Seno dirumah.
“…” Pak Seno tidak menjawab. Ia menyalakan pelita, satu-satunya penerangan rumah mereka.
“Oh ya Pak, besok aku tidak pulang. Si Rolan mengajakku untuk bekerja di lahannya yang kosong”
“Hm, baguslah kalau kau sudah dapat pekerjaan baru”



Siang itu dua orang remaja tanggung berjalan ke arah timur kampung. Rolan dan Boni masing-masing memegang cangkul dan sabit sebagai alat untuk bekerja pada lahan yang mereka tuju. Mereka akan menanami lahan itu dengan tanaman palawija.
“Malam ini kita akan bermalam di kebun, kau sudah membawa bekal dan peralatan yang kuperintahkan?” Rolan membuka suara, memecah hening di antara mereka.
“Sudah semua”
“Bagus, ayo lebih cepat” Rolan mempercepat langkahnya.



Langit mendung menyelimuti malam yang tak berbintang. Membuat orang-orang enggan ke luar rumah. Sebentar lagi hujan akan turun. Suara lolongan anjing hutan membelah keheningan, di tengah malam seperti ini orang percaya itu adalah pertanda menculnya hantu yang bergentayangan. Namun itu tak membuat Boni gentar. Saat ini, ia sedang berada di tengah hutan bersama Rolan.
Tiba-tiba di kejauhan terdengar seseorang berteriak.
“Ssstt.. kau dengar itu Lan?” Boni membangunkan sepupunya yang meringkuk di balik sarung.
“Ngghh.. apa sih Bon” Rolan menguap lebar-lebar.
“Sepertinya ada yang berteriak meminta tolong di arah sana” Boni menunjuk di kejauhan.
“Hah? Mana mungkin ada orang lain di hutan ini, tengah malam pula. Sudahlah mungkin kau lelah. Ayo tidurlah, besok masih banyak pekerjaan yang menunggu” Rolan kembali merapatkan sarung di tubuhnya.
Tak lama kemudian, suara dengkuran halus memenuhi dangau tersebut.
Namun Boni tak dapat memejamkan mata. ia terus dihantui rasa penasaran dengan suara jeritan yang barusan didengarnya. Ia yakin tidak salah dengar. Apalagi 3 hari yang lalu majikannya tewas dengan cara yang sadis. Itu semua membuat ia berpikir keras, mencoba menghubungkan peristiwa kematian Bu Janet dengan kejadian tadi. Khawatir bertambahnya korban, tanpa sepengetahuan Rolan ia berjalan mengendap-ngendap menyusuri hutan dengan berbekal sabit di tangan. Tekatnya sudah bulat untuk mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi di kampungnya.



“Hahaha.. mampus kau!” Lelaki bertubuh gempal menyeringai seram.
“Besok, kita akan dapat uang banyak No’ ! Hahaha.. Cepat masukan organ tubuh itu ke dalam karung!” Perintah si lelaki berkumis.
Dengan cepat mereka melakukan pekerjaan terkutuk itu. Tanpa mereka sadari, sepasang mata sedang mengintai mereka dari balik semak belukar.
Belum sempat menyadari apa yang terjadi sesosok makhluk menyeruak di kegelapan malam.
“Wesshhh..!!”
“Ahhkkkk!!!!!!!”
Sekali tebas dan dua orang itu tak lagi bergerak.
Boni mendekat pada kedua orang yang telah ia lumpuhkan. Sebenarnya ia tak tega untuk melakukan perbuatan keji ini. Tapi apa boleh buat, daripada lebih banyak korban yang berjatuhan tidak ada pilihan lain selain menghabisi mereka.
Boni mendekat perlahan, tangannya terjulur. Ia berusaha membalikkan tubuh kedua orang tersebut. Jantungnya berdebar-debar, ia penasaran dengan kedua wajah orang yang telah meresahkan warga desa akhir-akhir ini.
“Bapak?!!!” Pekik Boni terkejut bukan main.
Dua orang yang telah ia bunuh adalah bapak dan pamannya sendiri.
Boni terduduk lemas.



‘Kasus Penjualan Organ Tubuh Manusia yang Terjadi di Kampung Tomon Telah Terungkap’
Rolan menghela napas panjang, setelah membaca judul berita di koran pagi ini.
“Kau tidak pergi Lan?” Sebuah suara mengejutkan dirinya.
“engh? Rolan pergi kok mak, ayo.” Mereka meninggalkan ruang tamu.
Rolan dan emaknya pun bergegas pergi. Mereka akan menghadiri upacara pemakaman.
Ya, pelaku pembunuhan di desa tersebut adalah Ayah dari Boni dan Rolan. Namun, mereka telah tewas di tangan Boni sehingga tak sempat diciduk polisi. Sedangkan Boni sendiri tewas bunuh diri.
Rolan tahu pasti. Boni pasti sangat menyesal dan tidak sanggup menerima kenyataan bapaknya akan tewas di tangannya sendiri. Jika saja Boni tahu, bapaknya melakukan itu untuk mewujudkan impiannya membeli sebuah rumah yang layak untuk mereka tempati.
Rolan dan emakya tersedu mengiringi ketiga jenazah tersebut ke peristirahatannya yang terakhir.

THE END

Cerpen Karangan: Ashyira Hana Yhuki
Facebook: Asyhira Hana Yhuki



Ini merupakan cerita pendek karangan Ashyira Hana Yhuki, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: Ashyira Hana Yhuki untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis.

sumber : http://cerpenmu.com/cerpen-misteri/jeritan-malam-2.html

Resensi Buku Sepatu Dahlan

Resensi Buku Sepatu Dahlan
Judul                   :Sepatu Dahlan
Penulis                :Khrisna Pabichara
Penerbit              :Noura books ( PT Mizan Publika )
Ketebalan Buku :392 hlm
Panjang               :21 cm
Tahun Terbit      :Mei 2012


Dalam setiap buku , novel dan lainnya terdapat resensi yang berisi tentang keunggulan dan kelemahan suatu buku. Adapun resensi novel “Sepatu Dahlan” yaitu :

Karir Khrisna Pabichara sebagai penulis telah banyak melahirkan kumpulan cerita pendek, mengawini ibu: Senarai kisah yang menggetarkan (Kayla pustaka, 2010). Dan novel sepatu dahlan adalah buku ke-14 yang dianggitnya. Selain menulis Khrisna Pabichara juga bekerja sebagai penyunting lepas dan aktif dalam berbagai kegiatan literasi. Dia bisa disapa dan diajak berbincang berbagai hal, terutama pernak-pernik #bahasaindonesia, lewat akun twitter-nya: @1bichara.

Novel sepatu dahlan ini merupakan novel new release yang mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Ddengan begitu novel sepatu dahlan ini menjadi novel best seller di gramedia seluruh Indonesia.

Alur cerita Sepatu Dahlan cukup sederhana. Dahlan Iskan< remaja kebon dalem . Sebuah kampong kecil dengan enam buah rumah atau sebut saja gubuk, yang letaknya saling berjauhan. Jika berjalan seratus atau dua ratus langkah ke arah timur, sungai kanal segera terlihat. Di sepanjang sungai itu banyak pepohonan yang besar-besar, seperti trembesi, angsana, jawi dan jati. Di sebelah barat dan selatan hanya ada tebu. Ya, lading-ladang tebu terhampar sejauh mata memandang. Ada juga beberapa petak sawah yang ditanami padi atau jagung, tetapi tak seberapa dibanding tebu-tebu yang tingginya kini sudah nyaris dua

setengah meter. Disanalah, di lading-ladang tebu itu, aku mengais rezeki. Dan dari sanalah kehidupan Dahlan Iskan berlangsung.

Cerita ini diawali dengan keadaan yang kritis karena ia terkena penyakit liver akut. Pada saat di bius beliau bermimpi akan masa lalunya. Dahlan Iskan merupakan anak kecil yang bersekolah di sekolah rakyat takeran bersama teman[teman dekatnya Arif, Imran, Komaryah, Maryati, kadir. Ketika duduk di sekolah rakyat Dahlan tidak pernah merasakn bagaimana rasanya menggunkan sepatu. Ia berangkat ke sekolah dengan tidak menggunakan alas apapun, padahal Dahlan harus berjalan berkilo-kilo meter untuk sampai ke sekolahnya. Tapi Dahlan tidak pernah mengeluh akan keadaan yang dialaminya.

Ketika ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinngi dahlan memohon kepada bapaknya untuk berekolah di sekolah yang di inginkannya, yaitu SMP 1 Magetan. Tapi karena tidak ada uang akhirnya dahlan melanjutkan ke tsanawiyah Takeran.

Dalam novel ini terdapat beberapa masalah yang ckup rumit untyuk di jalani seorang anak remaja. Dari mulai di tinggal pergi oleh ibunya, tidak dapat membeli makanan untuk makanan sehari-hari dan terpaksa mencuri tebu. Masalah-masalah it uterus datang menghampirinya.

Dahlan mempunyai mimpi untukmemiliki sepatu dan sepeda agar mempermudahnya untuk pergi kemana-mana. Impiannya itu dia dapatkan ketika satu per satu prestasi yang dapat ia dapatkan. Dia mendapat kesempatan untuk mengajar voli kepada anak-anak juragan kaya. Dan penghasilan darisana a gunakan untuk membeli sepatu dan sepeda. Sampai akhirnya ia tumbuh dewasa dan jatuh cinta kepada Aisha anak sorang mandor di kampungnya.

Pada segi lain, novel ini berhasil melontarkan sesuatu yang patut direnugnkan oleh pembacanya. Di samping itu, ceritanya cukup enak untuk dinikmati. Tanpa banyak tutur, Dahlan iskan berhasil melukiskan adegan demi adegan dengan gaya ceritanya yang lembut.

Setting ceitanya sendiri memang kehidupan di kampong maka tidak mengherankan apabila sering muncul  gurauan-gurauan dan humor versi anak-anak kampung kebon dalem.

Novel “Sepatu Dahlan” ini telah dikerjakan dengan keterampilan teknik bercerita, dengan gaya bahasanya yang lembut, serta dengan perasaan halus seorang lelaki.

Pada akhirnya disebutkan bahwa apabila kita menjalani kemiskinan dengan benar, kita akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.

Sumber : http://bangkudepan.com/contoh-resensi-buku/

Profil Perpustakaan SMK N 2 Sragen


PROFIL  PERPUSTAKAAN SMK N 2 SRAGEN

Perpustakaan SMK N 2 Sragen berdiri  tanggal 05  Maret 1955 seiring dengan berdirinya SMK N 2 Sragen yang berlokasi di jalan dr. Sutomo No. 04 Sragen. Gedung SMK N 2 Sragen yang semula merupakan Gedung ST N 1 Sragen .Ketika SMK N 2 Sragen diresmikan pada tahun 1955 sebenarnya  masih mengalami proses alih fungsi dari ST N 1, kemudian tahun 1992 beralih menjadi SMPK Negeri Sragen dan pada tahun 1994 beralih lagi menjadi SMP N 7 Sragen. 

Kemudian  menjadi SMK N 2 Sragen pada  tahun 2002.  Jadi Perpustakaan SMK N 2 Sragen merupakan warisan dari perpustakaan ST N 1 Sragen .   

Seiring dengan perkermbangan SMK N 2 Sragen yang terus membangun dan berbenah, pada awalnya perpustakaan bertempat diruang penjaga sekolah kemudian  pada tahun 2012 perpustakaan SMK N 2 Sragen menempati  gedung baru seluas  12m2X 8m2 atau  96  m2 yang terletak di lantai  dua, karena beban yag terlalu berat maka tahun 2015 gedung perpustakaan di pindah ke bawah dengan luas gedung yang masih sama. 



Fasilitas Ruang Perpustakaan SMK N 2 Sragen
  • Luas ruangan    12 X 8  m =  96 m2
  • 2 buah kipas angin
  • Tablet sebanyak 30 buah yang di sediakan bagi pengunjung.
  • 2 unit komputer   bagi pengunjung  , 1 unit komputer  dan printer bagi petugas  perpustakaan
  • Hot spot Area (wi –fi)
  • Program SliMS
  • Ruang baca terdiri dari  meja panjang dan kursi,  meja study karel (belajar mandiri dan lesehan.
  • Almari referensi 2 buah
  • Rak koleksi buku
  • Rak koleksi majalah






Strategi Inovasi Layanan Yang Telah Dilakukan
  • Program kerjasama dengan guru bidang study.
  • Menggunakan aplikasi SliMS agar buku dapat diakses lewat internet oleh siswa.
  • Bekerjasama dengan kesiswaan untuk mengadakan hibah buku bagi siswaa yang sudah lulus sekolah.
  • Wajib baca 15 menit sebelum pelajaran.

Waktu Buka dan Layanan






  

Struktur Organisasi Perpustakaan




Struktur Organisasi Perpustakaan

Petugas Perpustakaan SMK N 2 Sragen saat ini berjumlah 4 orang terdiri dari:
Ø  Penanggung Jawab Perpustakaan      :
Sugiyarso, S.Pd., M.Pd (Kepala SMK N 2 Sragen)
Ø  WAKA Kurikulum                             :
Suharno, S.Pd
Ø  Kepala Perpustakaan                           :
Catur Siti Rahayuningsih, S.Pd., M.Pd                                                                 
Ø  Petugas  Teknis   
     Yeni Nur Fatimah, A.Md., S.Pd.I                              :


Visi Misi Perpustakaan SMK N 2 Sragen




Visi Perpustakaan
Perpustakaan sekolah mengantarkan masa kini dan masa depan kita yang cerdas, cerah dan terarah.


Misi Perpustakaan
  • Perpustakaan sekolah menyediakan informasi dan ide yang merupakan fondasi agar berfungsi  secara baik didalam masyarakat masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan.
  • Perpustakaan sekolah merupakan sarana bagi para siswa agar terampil belajar sepanjang hayat dan mampu mengembangkan daya pikir agar mereka dapat hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab.


Tata Tertib Perpustakaan


TATA TERTIB PENGGUNA PERPUSTAKAAN

KEWAJIBAN


  1. Mengisi daftar pengunjung perpustakaan secara tertib menjaga suasana tenang, tertib dan menjaga kebersihan lingkungan
  2. Menempatkan kembali koran, majalah ke tempat semula
  3. Meminta izin petugas apabila akan meminjam buku / bahan pustaka lainnya
  4. Bersikap dan berlaku sopan


MELARANG


  1. Mengenakan jaket/sweater/jemper/topi, baju praktik, baju olahraga, kaos oblong, dan membawa tas ke dalam ruangan perpustakaan.
  2. Merusak, mengotori, mencoret–coret, merobek, menggunting, menyilet koleksi buku, majalah, koran, semua koleksi, dan sarana prasarana di dalam perpustakaan
  3. Membawa makanan dan minuman di dalam perpustakaan
  4. Makan dan minum di dalam perpustakaan
  5. Membuat gaduh suasana ruang perpustakaan


SANKSI


  1. Dapat berupa teguran, peringatan dan dikeluarkan dan ruang perpustakaan
  2. Mengganti rugi, disesuaikan dengan berat ringannya pelanggaran
  3. Melakukan pencurian/menyilet koleksi perpustakaan skorsing satu semester


TATA TERTIB PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 2 SRAGEN



  1. Peminjam menunjukkan kartu anggota perpustakaan SMKN 2 Sragen
  2. Masa pinjam buku teks pelajaran satu semester atau dua semester.
  3. Masa pinjam buku umum 10 ( sepuluh) hari maksimal 2 eksemplar sekali pinjam, bisa di perpanjang dengan konfirmasi.
  4. Perpanjangan masa peminjaman dapat dilakukan bila buku yang dipinjam :
  5. Tidak dipesan/dibutuhkan oleh pengguna lain
  6. Belum diperpanjang selama 2 (dua) kali berturut – turut
  7. Dibawa sendiri oleh peminjam dan ditunjukan kepada petugas untuk diselesaikan pengadministrasiannya
  8. Keterlambatan pengembalian buku dikenakan denda sebesar Rp.200,00 (dua ratus rupiah) perhari per eksemplar .
  9. Menghilangkan/merusakan bahan pustaka diwajibkan untuk menggantiya sesuai dengan bahan pustaka yang dihilangkan/dirusakkan.
  10. Peminjaman yang setelah ditagih sebanyak 3 (tiga) kali belum juga mengembalikan buku yang dipinjamnya, perpustakaan SMKN 2 Sragen akan:
  11. Mencabut haknya untuk meminjam buku perpustakaan di SMKN 2 Sragen
  12. Menghentikan pelayanan kepada peminjam.
  13. Kartu anggota perpustakaan hanya dapat dipakai oleh yang berhak
  14. Anggota perpustakaan yang mengizinkan kartu anggotanya digunakan oleh orang lain, hak pinjamnya dicabut selama 6 (enam) bulan terhitung saat diketahui
  15. Peminjam harus menaati semua peraturan yang ada di perpustakaan


TATA TERTIB PENGGUNA KOMPUTER/INTERNET


  1. Menggunakan sarana dengan sikap merawat dari kerusakan
  2. Meminta panduan petugas bila diperlukan
  3. Memanfaatkan hanya untuk hal yang berhubungan dengan pembelajaran dan keilmuan